Ainun Nafi'i, 201969010006 (2023) Evaluasi Sambungan Struktur Kolom Denganbalok Akibat Beban Gempa SMP Bhinneka Tunggal Ika Pasuruan Menggunakan Metode Load And Resistance Factor Design (LRFD). Sarjana thesis, Universitas Yudharta.
|
Text (Abstrak.pdf)
201969010006_Abstrak.pdf Download (100kB) |
|
|
Text (BAB%20I.pdf)
201969010006_BAB I.pdf Download (144kB) |
|
|
Text (BAB%20II.pdf)
201969010006_BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (905kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB%20III.pdf)
201969010006_BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (167kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB%20IV.pdf)
201969010006_BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (421kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB%20V.pdf)
201969010006_BAB V.pdf Restricted to Registered users only Download (41kB) | Request a copy |
|
|
Text (Daftar%20Pustaka.pdf)
201969010006_Daftar Pustaka.pdf Download (140kB) |
|
|
Text (Halaman%20Depan.pdf)
201969010006_Halaman Depan.pdf Restricted to Registered users only Download (418kB) | Request a copy |
Abstract
Indonesia merupakan salah satu negara yang rawan terhadap gempa. Hal ini terbukti dengan seringnya terjadi gempa di beberapa daerah di Indonesia, salah satunya daerah Provinsi Jawa Timur, sehingga mengakibatkan banyaknya korban jiwa dan kerusakan struktur bangunan terutama pada bangunan dengan struktur utamanyabeton. Baja merupakan salah satu material yang sering digunakan di dunia konstruksi. Hal ini dikarenakan baja memiliki berbagai macam keunggulan bila dibandingkan dengan material lain. Beberapa keunggulan baja yaitu tidak dimakan rayap, perbedaan muai dan susutnya kecil, dapat di daur ulang serta memiliki kekuatan tarik yang tinggi, memiliki daktilitas yang tinggi, lebih lentur, lebih ringan dan pekerjaannya lebih cepat jika dibandingkan dengan beton. Load And Resistance Factor Deisgn (LRFD) adalah spesifikasi yang dikeluarkan oleh America Instate Of Steel Construction (AISC) untuk desain konstruksi baja, berdasarkan ketahanan metode kekuatan ultimit (Metode Plastis). LRFD memberikan perbandingan yang lebih spesifik antara beban Q dan resistensi Rn. Pada perhitungan struktur gedung dengan sistem ini mengacu pada Standar Perencanaan Ketahanan Gempa Untuk Struktur Bangunan Gedung SNI 03-1726-2012, Tata Cara Perencanaan Struktur Baja Untuk Struktur Bangunan Gedung SNI 03-1729-2015, dan Peraturan Pembebanan Indonesia Untuk Bangunan Gedung PPIUG 1983. Dan dalam menganalisis strukturnya ditinjau dengan pengaruh beban gempa dinamik dengan menggunakan program bantu SAP 2000. Dari evaluasi dan hasil perhitungan diperoleh hasil, yaitu Sambungan Rencana mengunakan tipe baut A-325 M16 dengan jumlah baut 32 buah dimana jarak antara baut 50 mm dan jarak antara baut ke tepi adalah 25 mm mampu untuk menahan gempa dengan skala besar, Sedangkan untuk Sambungan Eksisting yang menggunakan tipe baut A-325 M20 dengan jumlah baut 26 buah dimana jarak antara baut 50 mm dan jarak antara baut ke tepi adalah 25 mm hanya mampu untuk menahan gempa dengan skala kecil.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Identification Number: | 690.1 NAF E | ||||||
| Contributors: |
|
||||||
| Subjects: | Teknologi & Ilmu Terapan > Teknik Bangunan | ||||||
| Divisions: | Fakultas Teknik > Teknik Sipil | ||||||
| Date Deposited: | 01 Dec 2023 07:31 | ||||||
| Last Modified: | 22 May 2024 06:07 | ||||||
| URI: | https://repository.yudharta.ac.id/id/eprint/4176 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

