Adi Dwi Saputrah, 201969030014 (2023) Mitigasirisikohalalproduksidagingayam Dengan Metode Failure Mode Effect And Criticality Analysis (FMECA) Dan Analiytical Hierarci Process (AHP) Di CV. Satria Jaya Pandaan Pasuruan. Sarjana thesis, Universitas Yudharta.
|
Text (Abstrak.pdf)
201969030014_Abstrak.pdf Download (74kB) |
|
|
Text (BAB%20I.pdf)
201969030014_BAB I.pdf Download (174kB) |
|
|
Text (BAB%20II.pdf)
201969030014_BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (198kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB%20III.pdf)
201969030014_BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (686kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB%20IV.pdf)
201969030014_BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (550kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB%20V.pdf)
201969030014_BAB V.pdf Restricted to Registered users only Download (75kB) | Request a copy |
|
|
Text (Daftar%20Pustaka.pdf)
201969030014_Daftar Pustaka.pdf Download (156kB) |
|
|
Text (Halaman%20Depan.pdf)
201969030014_Halaman Depan.pdf Restricted to Registered users only Download (441kB) | Request a copy |
|
|
Text (Full Publish)
1 (4 files merged) (4).pdf Download (940kB) |
Abstract
Semakin meningkatnya jumlah permintaan produk makanan, maka tinggi juga perusahaan menambah inovasi untuk memproduksipangan yang dijadikan kebutuan manusia. Mitigasi risiko halal daging ayam masih terpisah-pisah dalam supply chain, proses, dan distribusi. Indikator kelayakan berdasarkan standar halal, perlu dikuatkan legitimasi data produktivitas perusahaan melalui rekamjejakproduksidi RPA. Penelitianinibertujuanuntukmengidentifikasiaktivitasberisiko pada produksi daging ayam dan dapat mengetahui risiko paling kritis serta menentukan tindakan mitigasi yang akan dilakukan sebagaialternatifperbaikankeamananpanganpadarantaipasok makanan.Berdasarkanperangkingankegiatanpengolahanayam dengan penilai SOD-RPN, bahwa aktivitas yang memiliki nilai tertinggi berarti aktivitas tersebut paling berisiko yakni terletak pada kegiatan 8 yaitu Proses Perendaman Dilakukan Setelah Ayam Benar-Benar Telah Mati, 4 yaitu SDM (Juru Sembelih Halal), dan 5 yaitu Proses Pemotongan Diawali dengan Membaca “Bismillahirrohmanirrahim.” Berdasarkan pembobotan dan perhitungan dengan metode AHP didapatkan usulan perbaikan bahwa penilaian bobot prioritas paling besar pada kriteria Proses Perendaman Dilakukan Setelah Ayam Benar-Benar Telah Mati (K1) yaitu didapatkan pada usulan perbaikan K1-3 (m Mengatur durasi waktu pra-perendaman) dengannilaisebesar0.670,padaSDMJuruSembelihHalal(K2) prioritas palingbesar yaitudidapati pada usulan perbaikan K2-3 (recruitment anggota baru yang memiliki spesifikasi kompeten) dengannilaisebesar0.640,danpadakriteriaProsesPemotongan Diawali dengan Membaca “Bismillahirrohmanirrahim” (K3) prioritas terbesar yaitu didapatkan pada usulan perbaikan K3-2 (Membuat sistem informasi pengendalian proses pemotongan ayam) dengan nilai sebesar 0.630.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Identification Number: | 658.4013 SAP M | ||||||
| Contributors: |
|
||||||
| Subjects: | Teknologi & Ilmu Terapan > Manajemen dan Ilmu yang Berkaitan | ||||||
| Divisions: | Fakultas Teknik > Teknik Industri | ||||||
| Date Deposited: | 29 Dec 2023 09:46 | ||||||
| Last Modified: | 18 Mar 2025 09:26 | ||||||
| URI: | https://repository.yudharta.ac.id/id/eprint/4227 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

