Analisis Pengendalian Kualitas Produk Stan Kontainer Dengan Metode FMEA (Failure Mode And Effect Analysis) Di Bengkel Las Mulia Utama Perkasa

Yanuar Syarifudin, 201969030002 (2023) Analisis Pengendalian Kualitas Produk Stan Kontainer Dengan Metode FMEA (Failure Mode And Effect Analysis) Di Bengkel Las Mulia Utama Perkasa. Sarjana thesis, Universitas Yudharta.

[img] Text (Abstrak.pdf)
201969030002_Abstrak.pdf

Download (13kB)
[img] Text (BAB%20I.pdf)
201969030002_BAB I.pdf

Download (75kB)
[img] Text (BAB%20II.pdf)
201969030002_BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (734kB) | Request a copy
[img] Text (BAB%20III.pdf)
201969030002_BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (321kB) | Request a copy
[img] Text (BAB%20IV.pdf)
201969030002_BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (998kB) | Request a copy
[img] Text (BAB%20V.pdf)
201969030002_BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (186kB) | Request a copy
[img] Text (Cek%20Plagiasi.pdf)
201969030002_Cek Plagiasi.pdf
Restricted to Registered users only

Download (941kB) | Request a copy
[img] Text (Daftar%20Pustaka.pdf)
201969030002_Daftar Pustaka.pdf

Download (121kB)

Abstract

Dalam proses produksi stan kontainer, Bengkel Las Mulia Utama Perkasa mengalami masalah dengan pengecatan dan pengelasan yang rusak. Oleh karena itu, pengendalian kualitas diperlukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan kegagalan. Faktor-faktor ini termasuk manusia, material dan mesin. Dengan menggunakan metode FMEA (Failure Mode and Effect Analysis), tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi jenis cacat terbesar, mengidentifikasi penyebab kecacatan pengecatan dan pengelasan, dan mengetahui hasil nilai RPN dari perhitungan.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis cacat yang dominan adalah cacat welding tembus, yang terlihat dalam pengelasan dengan presentase 33.33% dan dalam pengecatan bintik kasar dengan presentase 22.22%. Cacat welding tembus memiliki nilai RPN tertinggi pada mode kegagalan busur api las melonjak naik, dengan hasil RPN sebesar 392, yang diperoleh dari perkalian nilai keparahan 8, kejadian 7, dan deteksi 7. Kegagalan welding tembus dapat disebabkan oleh kualitas mesin las yang buruk. Ketidakstabilan busur api las disebabkan oleh kurangnya perawatan dan perbaikan mesin las secara berkala.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: 658.4013 SYA A
Contributors:
ContributionContributorsEmail
Thesis advisorAyik Pusakaningati, S.T., MM, ㅤUNSPECIFIED
Subjects: Teknologi & Ilmu Terapan > Manajemen dan Ilmu yang Berkaitan
Divisions: Fakultas Teknik > Teknik Industri
Date Deposited: 05 Dec 2023 10:58
Last Modified: 22 May 2024 06:08
URI: https://repository.yudharta.ac.id/id/eprint/4220

Actions (login required)

View Item View Item