Virman Abdillah, 201969030055 (2024) Identifikasi Cacat Botol Air Minum Dalam Kemasan 600 ml Pada Saat Blowing Dengan Pendekatan Six Sigma PT.TBK. Sarjana thesis, Universitas Yudharta.
|
Text (Abstrak.pdf)
201969030055_Abstrak.pdf Restricted to Registered users only Download (72kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB I.pdf)
201969030055_BAB I.pdf Restricted to Registered users only Download (87kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB II.pdf)
201969030055_BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (553kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB III.pdf)
201969030055_BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (482kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB IV.pdf)
201969030055_BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (404kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB V.pdf)
201969030055_BAB V.pdf Restricted to Registered users only Download (404kB) | Request a copy |
|
|
Text (Daftar Pustaka.pdf)
201969030055_Daftar Pustaka.pdf Restricted to Registered users only Download (503kB) | Request a copy |
|
|
Text (Halaman Depan.pdf)
201969030055_Halaman Depan.pdf Restricted to Registered users only Download (804kB) | Request a copy |
Abstract
Banyak masyarakat memilih air minum kemasan karena telah melalui pengolahan dan memenuhi standar mutu air minum sehingga aman untuk dikonsumsi. Berdasarkan data dari Asosiasi Perusahaan Air Minum dalam Kemasan Indonesia (ASPADIN) 2015, pada tahun 2014, masyarakat Indonesia mengkonsumsi 23,1 miliar liter air minum kemasan, meningkat 11,3 persen dibandingkan tahun 2013 yang hanya 20,48 miliar liter(Wijayanti, 2020). Salah satu alasan produk tidak laku di pasaran adalah kelemahan manajemen produksi, terutama kurangnya ketelitian dalam proses produksi. Kendala yang dapat menyebabkan cacat pada proses blowing termasuk ketidak cocokan pengaturan tekanan angin atau oven, yang bisa mengakibatkan cacat seperti bottom yang tidak muold, leher botol miring, bottom putih, botol robek atau meletus, atau bentuk botol yang tidak sesuai harapan. PT. TBK adalah salah satu perusahaan yang memproduksi air minum kemasan dalam botol ukuran 600 ml. Upaya yang dapat dilakukan perusahaan adalah meningkatkan kualitas produk melalui pengendalian kualitas. Six Sigma adalah metode yang digunakan untuk perbaikan dan peningkatan proses yang berkelanjutan. Penelitian di PT. TBK bertujuan mengidentifikasi faktor utama kegagalan produk selama produksi dan menganalisis tingkat sigma cacat botol 600 ml. Dari hasil perhitungan DPMO yang dikonversi ke nilai Sigma, diperoleh nilai sebesar 0,79 dengan rata-rata DPMO 1337,39. Ini berarti proses blowing botol 600 ml yang dihasilkan sudah berada di atas rata-rata atau telah mencapai standar.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Identification Number: | 0463-KI-24-01 | ||||||
| Contributors: |
|
||||||
| Subjects: | Karya Umum > Ensiklopedia | ||||||
| Divisions: | Fakultas Teknik > Teknik Industri | ||||||
| Date Deposited: | 18 Oct 2024 12:33 | ||||||
| Last Modified: | 04 Jan 2025 09:41 | ||||||
| URI: | https://repository.yudharta.ac.id/id/eprint/5530 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

