Siti Liyal Azizah, 202069050020 (2024) Nanoenkapsulasi Betasianin Kulit Buah Naga (Hylocereus Polyrhizus) Dengan Penyalut Kitosan Menggunakan Metode Gelasi Ionik. Sarjana thesis, Universitas Yudharta.
|
Text (Abstrak.pdf)
20206950020_Abstrak.pdf Restricted to Registered users only Download (37kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB I.pdf)
20206950020_BAB I.pdf Restricted to Registered users only Download (267kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB II.pdf)
20206950020_BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (157kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB III.pdf)
20206950020_BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (308kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB IV.pdf)
20206950020_BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (532kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB V.pdf)
20206950020_BAB V.pdf Restricted to Registered users only Download (70kB) | Request a copy |
|
|
Text (Daftar Pustaka.pdf)
20206950020_Daftar Pustaka.pdf Restricted to Registered users only Download (45kB) | Request a copy |
|
|
Text (Halaman Depan.pdf)
20206950020_Halaman Depan.pdf Restricted to Registered users only Download (890kB) | Request a copy |
Abstract
Pemanfaatan kulit buah naga sebagai sumber betasianin dapat memberikan nilai tambah dan membantu mengurangi limbah. Kelemahan betasianin adalah sensitif terhadap cahaya kerena dapat mengurangi nilai antioksidan. Kulit buah naga merupakan limbah hasil pertanian yang mengandung zat warna alami antosianin yang tinggi. Uji antioksidan menggunakan metode DPPH untuk mengetahui pengaruh konsentrasi kitosan terhadap aktivias antioksidan nanoenkapsulasi betasianin.sedangkan uji pH menggunakan pH meter untuk mengetahui tingkat keasaman pada sampel. Dan uji warna menggunakan color reader untuk mengetahui warna akurat antara terang dan gelap.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nanoenkapsulasi ekstrak betasianin kuli buah naga (hylocereus polyrhizus)dengan penyalut kitosan menggunakan metode gelasi ionik. Metode penelitian menggunakan rancangan acak lengkap dengan 4 perlakuan 3 kali ulangan. Penelitian ini fokus pada pembuatan ekstrak betasianin pada pembuatan formula bervariasi untuk mendapatkan formula terbaik. Yaitu penambahanCrosslinker agent, penyalut, pigmen dan surfaktan. Parameter uji fisikokimia yang dilakukan pada pembuatan beasinin meliputi uji Aktivitas Antioksidan dengan metode DPPH, uji pH menggunakan pH meter, uji partikel menggunakan Particle Size Analyzer dan uji sifat fisik warna menggunakan Color Reader. Hasil penelitian analisa fisikokimia ekstrak betasianin kulit buah naga yaitu uji antioksidan yang tertinggi 95,2% dan terendah 69,7%Sedangkan pada uji pH yang tertinggi 3,86dan terendah 3,56 Sedangkan uji psa yang tertinggi 38,6±46,8 an terendah 13,7±2,25. uji warna tertinggi L* 47,32 dan terendah L* 41,32. Sedangkan a* tertinggi 22,32 dan terendah a* 20,85. Sedangkan b* tertinggi 25,17 dan terendah a* 22,38. Namun dalam notasi uji Tukey terdapat berbeda nyata antara 4 perlakuan. Penambahan crosslinker agent dan penyalut memberikan notasi berbeda nyata yang berartikan bahwa dapat membantu dalam menjaga stabilitas hasil uji warna pada betasianin kulit buah naga. Saran dalam penelitian ini yaitu diperlakuan penelitian lebih lanjut terkait uji warna, uji antioksidan betasinin kulit buah naga. Serta adanya bahan tambahan yang mengandung aktivitas antiksidan tinggi untuk memperoleh kualitas betasinin yang baik.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Identification Number: | 0420-KI-24-01 | ||||||
| Contributors: |
|
||||||
| Subjects: | Karya Umum > Ensiklopedia | ||||||
| Divisions: | Fakultas Pertanian > Ilmu Teknologi Pangan | ||||||
| Date Deposited: | 19 Oct 2024 09:14 | ||||||
| Last Modified: | 04 Jan 2025 09:43 | ||||||
| URI: | https://repository.yudharta.ac.id/id/eprint/5628 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

