Mufariha, 202069090022 (2024) Analisis Framing Pemberitaan Politik Mengenai Hak Angket Pasca Pilpres Di Media Online Kompas.Com Dan CNN. Indonesia periode Februari – Maret 2024. Sarjana thesis, Universitas Yudharta.
|
Text (Abstrak.pdf)
202069090022_Abstrak.pdf Restricted to Registered users only Download (121kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB I.pdf)
202069090022_BAB I.pdf Restricted to Registered users only Download (176kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB II.pdf)
202069090022_BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (378kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB III.pdf)
202069090022_BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (165kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB IV.pdf)
202069090022_BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (941kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB V.pdf)
202069090022_BAB V.pdf Restricted to Registered users only Download (117kB) | Request a copy |
|
|
Text (Daftar Pustaka.pdf)
202069090022_Daftar Pustaka.pdf Restricted to Registered users only Download (185kB) | Request a copy |
|
|
Text (Halaman Depan.pdf)
202069090022_Halaman Depan.pdf Restricted to Registered users only Download (645kB) | Request a copy |
Abstract
Penelitian ini menganalisis framing pemberitaan politik mengenai hak angket pasca Pilpres 2024 di media online Kompas. Com dan CNN. Indonesia pada periode Februari – Maret 2024. Penelitian ini menggunakan metode analisis framing Zhongdang Pan dan Gerald M. Kosicki yang melihat framing sebagai proses konstruksi dan negosiasi wacana public mengenai suatu isu atau kebijakan. hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua media memiliki pendekatan yang berbeda dalam mengemas informasi terkait hak angket pasca Pilpres 2024. Kompas.com cenderung menggunakan sumber informasi utama seperti Bendahara Umum Partai NasDem, Ahmad Sahroni, untuk memberikan penjelasan bahwa penggunaan hak angket di DPR tidak ditentukan oleh calon presiden tetapi oleh ketua umum partai. Sementara itu, CNN Indonesia menggunakan berbagai sumber terpercaya dan menyajikan berita dengan pendekatan multimedia yang menarik pembaca. CNN Indonesia melibatkan lebih banyak tokoh politik dan menggambarkan situasi dengan lebih detail dalam berita. Dari segi bahasa jurnalistik, Kompas.com lebih sering menampilkan berita dengan judul yang belum konsisten antara isi dan judulnya, sedangkan CNN Indonesia menunjukkan konsistensi dalam penyampaian berita dari judul hingga isinya. Kedua media memiliki kekurangan dalam penggunaan multimedia dan interaksi dengan pembaca, serta transparansi dalam penyebutan sumber informasi. Penelitian ini menyoroti pentingnya transparansi dan integritas dalam pemberitaan hak angket pasca Pilpres, yang menjadi pilar demokrasi dan alat untuk menelusuri berbagai isu politik yang muncul selama proses pemilihan umum.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Identification Number: | 0340-KI-24-01 | ||||||
| Contributors: |
|
||||||
| Subjects: | Karya Umum > Ensiklopedia | ||||||
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial & Politik > Ilmu Komunikasi | ||||||
| Date Deposited: | 14 Aug 2024 14:40 | ||||||
| Last Modified: | 04 Jan 2025 09:46 | ||||||
| URI: | https://repository.yudharta.ac.id/id/eprint/5728 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

