Konstruksi Konsep Diri Dalam Realitas Sosial Pada Anggota Komunitas Stand-Up Indo Pasuruan

Mohammad Mahmud, 202069090042 (2024) Konstruksi Konsep Diri Dalam Realitas Sosial Pada Anggota Komunitas Stand-Up Indo Pasuruan. Sarjana thesis, Universitas Yudharta.

[img] Text (Abstrak.pdf)
202069090042_Abstrak.pdf
Restricted to Registered users only

Download (88kB) | Request a copy
[img] Text (BAB I.pdf)
202069090042_BAB I.pdf
Restricted to Registered users only

Download (109kB) | Request a copy
[img] Text (BAB II.pdf)
202069090042_BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (513kB) | Request a copy
[img] Text (BAB III.pdf)
202069090042_BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (132kB) | Request a copy
[img] Text (BAB IV.pdf)
202069090042_BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (660kB) | Request a copy
[img] Text (BAB V.pdf)
202069090042_BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (87kB) | Request a copy
[img] Text (Daftar Pustaka.pdf)
202069090042_Daftar Pustaka.pdf
Restricted to Registered users only

Download (108kB) | Request a copy
[img] Text (Halaman Depan.pdf)
202069090042_Halaman Depan.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi bagaimana genre komedi yang dipilih oleh komika-komika dari komunitas Stand Up Indo Pasuruan mencerminkan konstruksi konsep diri mereka. Penelitian ini berfokus pada tiga komika, yaitu Resti Natasya, Mukti Irawan, dan Ginaris Gangsar Pangestu, yang masing-masing menggunakan genre dark/black comedy, observational comedy, dan blue comedy sebagai medium untuk mengekspresikan identitas, pengalaman pribadi, serta pandangan hidup mereka. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi pertunjukan, serta analisis materi komedi yang dibawakan oleh para komika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa genre komedi tidak hanya berfungsi sebagai sarana hiburan, tetapi juga sebagai alat untuk menavigasi pengalaman hidup, membangun identitas diri, dan berinteraksi dengan norma-norma sosial. Resti Natasya memanfaatkan dark/black comedy dan self-deprecating comedy untuk mengekspresikan penerimaan diri dan transformasi pengalaman hidup yang sulit menjadi humor yang dapat diterima. Mukti Irawan menggunakan observational comedy untuk mencerminkan realitas sosial sehari-hari melalui lensa komedi yang menyederhanakan kompleksitas kehidupan. Sementara itu, Ginaris Gangsar Pangestu dengan blue comedy mengungkapkan aspek-aspek tabu dalam masyarakat, menantang norma sosial, dan menegaskan keberanian dalam berekspresi.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: 302.5 MAH K
Contributors:
ContributionContributorsEmail
Thesis advisorNinuk Riswandari, S.Sos., M.Si, ㅤUNSPECIFIED
Subjects: Karya Umum > Ensiklopedia
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial & Politik > Ilmu Komunikasi
Date Deposited: 19 Aug 2024 13:25
Last Modified: 23 Oct 2025 01:13
URI: https://repository.yudharta.ac.id/id/eprint/5744

Actions (login required)

View Item View Item