Analisis Kontroversi Childfree Di Media Sosial Dalam Relasinya Dengan Feminisme Dan Budaya Ketimuran

Nur Afifah Afif, 202069090043 (2024) Analisis Kontroversi Childfree Di Media Sosial Dalam Relasinya Dengan Feminisme Dan Budaya Ketimuran. Sarjana thesis, Universitas Yudharta.

[img] Text (Abstrak.pdf)
202069090043_Abstrak.pdf
Restricted to Registered users only

Download (155kB) | Request a copy
[img] Text (BAB I.pdf)
202069090043_BAB I.pdf
Restricted to Registered users only

Download (249kB) | Request a copy
[img] Text (BAB II.pdf)
202069090043_BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (320kB) | Request a copy
[img] Text (BAB III.pdf)
202069090043_BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (254kB) | Request a copy
[img] Text (BAB IV.pdf)
202069090043_BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (947kB) | Request a copy
[img] Text (BAB V.pdf)
202069090043_BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (156kB) | Request a copy
[img] Text (Daftar Pustaka.pdf)
202069090043_Daftar Pustaka.pdf
Restricted to Registered users only

Download (195kB) | Request a copy
[img] Text (Halaman Depan.pdf)
202069090043_Halaman Depan.pdf
Restricted to Registered users only

Download (916kB) | Request a copy

Abstract

Topik childfree menjadi perdebatan hangat di media sosial setelah beberapa public figure mengunggah konten terkait keputusan mereka untuk tidak memiliki anak. Keputusan tersebut memicu kontroversi serta tanggapan pro dan kontra dari warganet. Banyak warganet menentang konsep childfree karena dianggap tidak sesuai dengan nilai-nilai feminisme dan budaya Timur, khususnya di Indonesia. Penelitian ini bermaksud untuk mengungkap bagaimana model Teori Wacana Kritis Sara Mills menafsirkan perdebatan seputar mindset childfree di media sosial dalam kaitannya dengan feminisme dan ancaman yang ditimbulkan oleh budaya timur. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan virtual research menggunakan unit analisis berupa teks, gambar, komentar warganet, serta pemberitaan mengenai kontroversi childfree yang bermula di media sosial instagram, tik tok, dan youtube. Hasil analisis wacana kritis model Sara Mills mengungkapkan bahwa warganet berposisi sebagai subjek yang memberikan kritik atau dukungan, sedangkan posisi para aktor menjadi objek dalam konstruksi wacana. Kontroversi mindset childfree juga memiliki implikasi terhadap pandangan feminisme dan ancaman terhadap budaya ketimuran, sebagaimana temuan bahwa pernyataan dan keputusan childfree dari para aktor memicu tanggapan pro dan kontra dari warganet. Sebagian warganet mendukung keputusan childfree sebagai hak individu, sementara yang lain merasa bahwa hal ini melawan kodrat perempuan dan norma budaya timur, terutama budaya Indonesia. Dengan ini pilihan childfree dipandang sebagai perlawanan terhadap ekspektasi sosial terhadap peran perempuan dalam masyarakat dan tidak sesuai dengan norma-norma budaya tradisional.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: 0154-KI-24-01
Contributors:
ContributionContributorsEmail
Thesis advisorZainul Ahwan, S.Sos,. M.I.Kom, ㅤUNSPECIFIED
Subjects: Karya Umum > Bibliografi
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial & Politik > Ilmu Komunikasi
Date Deposited: 09 Sep 2024 07:46
Last Modified: 04 Jan 2025 09:46
URI: https://repository.yudharta.ac.id/id/eprint/5745

Actions (login required)

View Item View Item