Aminaturrofiqoh, 202069090053 (2024) Studi Etnografi Komunikasi Tradisi Selapanan Pada Kehidupan Sosial Masyarakat Desa Tempur Kecamatan Keling Kabupaten Jepara Jawa Tengah. Sarjana thesis, Universitas Yudharta.
|
Text (Abstrak.pdf)
202069090053_Abstrak.pdf Restricted to Registered users only Download (81kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB I.pdf)
202069090053_BAB I.pdf Restricted to Registered users only Download (152kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB II.pdf)
202069090053_BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (200kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB III.pdf)
202069090053_BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (146kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB IV.pdf)
202069090053_BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (324kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB V.pdf)
202069090053_BAB V.pdf Restricted to Registered users only Download (90kB) | Request a copy |
|
|
Text (Daftar Pustaka.pdf)
202069090053_Daftar Pustaka.pdf Restricted to Registered users only Download (163kB) | Request a copy |
|
|
Text (Halaman Depan.pdf)
202069090053_Halaman Depan.pdf Restricted to Registered users only Download (997kB) | Request a copy |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk memahami Tradisi Selapanan Bayi yang dilakukan oleh masyarakat Desa Tempur Kecamatan Keling Kabupaten Jepara Jawa Tengah, serta mengeksprorasi makna dan bentuk komunikasi yang terjadi dalam pelaksanaan tradisi tersebut. Tradisi Selapanan, yang merupakan upacara selamatan bayi pada usia 35 hari, menjadi bagian penting pada siklus kehidupan masyarakat yang kaya akan nilai-nilai budaya dan spiritual. Pendekatan etnnografi komunikasi digunakan untuk menggambarkan pola-pola perilaku, kebiasaan dan cara hidup masyarakat Desa Tempur dalam melaksanakan Tradisi Selapanan. Melalui observasi non partisipan yaitu dengan wawancara yang mendalam dengan masyarakat setempat, penelitian ini menemukan bahwa Tradisi Selapanan bukan hanya sebagai bentuk penghormatan terhadap leluhur, tetapi juga sebagai sarana menjaga keselamatan dan kesejahteraan bayi serta keluarganya dari ancaman roh jahat. Tradisi Selapanan Bayi mengandung berbagai simbol dan makna yang diyakini memiliki nilai moral dan sosial. Proses upacara yang melibatkan selamatan, do’a bersama dan pemotongan rambut bayi menggambarkan harapan masyarakat terhadap kesehatan dan keselamatan bayi. Penelitian ini juga mengidentifikasi adanya degradasi dalam pelaksanaan tradisi akibat modernisasi dan perubahan sosial, namun masyarakat Desa Tempur berusaha melestarikan tradisi ini agar tetap dikenal dan dihargai oleh generasi muda. Penelitian ini menegaskan pentingnya memahami dan melestarikan tradisi lokal sebagai bagian identitas budaya dan sosial suatu komunitas. Tradisi Selapanan Bayi di Desa Tempur memberikan wawasan mendalam tentang bagaimana masyarakat memaknai kehidupan, kematian, dan siklus kehidupan melalui komunikasi dan ritual yang kaya akan simbolisme.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Identification Number: | 0328-KI-24-01 | ||||||
| Contributors: |
|
||||||
| Subjects: | Karya Umum > Ensiklopedia | ||||||
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial & Politik > Ilmu Komunikasi | ||||||
| Date Deposited: | 29 Dec 2024 13:42 | ||||||
| Last Modified: | 04 Jan 2025 09:46 | ||||||
| URI: | https://repository.yudharta.ac.id/id/eprint/5752 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

