Ahmad Rifqi Fuadi, 202086340003 (2024) Muhasabah Diri Dalam Al-Quran Menurut Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani. Sarjana thesis, Universitas Yudharta.
|
Text (Abstrak.pdf)
202086340003_Abstrak.pdf Restricted to Registered users only Download (148kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB I.pdf)
202086340003_BAB I.pdf Restricted to Registered users only Download (316kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB II.pdf)
202086340003_BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (397kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB III.pdf)
202086340003_BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (152kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB IV.pdf)
202086340003_BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (456kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB V.pdf)
202086340003_BAB V.pdf Restricted to Registered users only Download (370kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB VI.pdf)
202086340003_BAB VI.pdf Restricted to Registered users only Download (102kB) | Request a copy |
|
|
Text (Daftar Pustaka.pdf)
202086340003_Daftar Pustaka.pdf Restricted to Registered users only Download (159kB) | Request a copy |
Abstract
Perbuatan maksiat dilakukan karena adanya dorongan jahat dalam diri yang tidak dikawal oleh akal sehat. Maka seseorang sering alpa dalam bermuhasabah diri atas dosa-dosa yang telah dilakukan. Dengan manajemen muhasabah yang rutin, dapat memperbaiki kekurangan dan mencapai pengembangan pribadi yang lebih baik. Dalam hal ini Syaikh Abdul Qadir al-Jailani menekankan bahwa introspeksi spiritual adalah praktik esensial bagi setiap muslim yang bertujuan untuk mengevaluasi dalam konteks standar moral dan spiritual agama. Selain memperdalam kedekatan dengan Allah, muhasabah diri juga memfasilitasi pemahaman yang lebih mendalam tentang diri sendiri dan dunia di sekitar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Dalam metode penafsirannya menggunakan metode tematik, yaitu mengumpulkan ayat Al-Qur'an yang berkaitan dengan muhasabah. Hasil penelitian ini menyoroti pentingnya muhasabah dalam Islam menurut Syaikh Abdul Qadir al-Jailani. Muhasabah adalah evaluasi diri untuk mendekatkan diri kepada Allah, dengan ciri-ciri seperti tidak bersumpah dan menghindari kebohongan. Di era modern, muhasabah melalui tahap Takhalli (menghilangkan sifat buruk), Tahalli (mengembangkan sifat baik), dan Tajalli (mencapai kesempurnaan spiritual) tetap relevan untuk memperbaiki diri dan menjaga hubungan dengan Allah. Kesimpulannya muhasabah menurut Syaikh Abdul Qadir al-Jailani adalah introspeksi penting yang mencakup evaluasi amal dan kesadaran akan dosa. Dalam Futuhul Ghaib, ia menekankan sepuluh sifat, seperti. Proses ini, melalui Takhalli, Tahalli, dan Tajalli, tetap relevan di era modern untuk menjaga kewajiban spiritual.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Identification Number: | 0051-KI-24-01 | ||||||
| Contributors: |
|
||||||
| Subjects: | Karya Umum > Ilmu Umum dan Komputer | ||||||
| Divisions: | Fakultas Agama Islam > Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir | ||||||
| Date Deposited: | 29 Oct 2024 12:45 | ||||||
| Last Modified: | 04 Jan 2025 09:49 | ||||||
| URI: | https://repository.yudharta.ac.id/id/eprint/5864 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

