Amanda Rizqiyatul Fauziyah, 202086340011 (2024) Penafsiran Kepemimpinan Perempuan Prespektif Al-Syaikh Al-Faqih Muhammad Mutawalli Al- Sya’rowi. Sarjana thesis, Universitas Yudharta.
|
Text (Abstrak.pdf)
202086340011_Abstrak.pdf Restricted to Registered users only Download (82kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB I.pdf)
202086340011_BAB I.pdf Restricted to Registered users only Download (705kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB II.pdf)
202086340011_BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (578kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB III.pdf)
202086340011_BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (47kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB IV.pdf)
202086340011_BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (124kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB V.pdf)
202086340011_BAB V.pdf Restricted to Registered users only Download (132kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB VI.pdf)
202086340011_BAB VI.pdf Restricted to Registered users only Download (32kB) | Request a copy |
|
|
Text (Daftar Pustaka.pdf)
202086340011_Daftar Pustaka.pdf Restricted to Registered users only Download (60kB) | Request a copy |
Abstract
Kepemimpinan perempuan kerap kali menjadi problema di tengah masyarakat. Banyak beberapa pihak yang meragukan akan seorang perempuan menjadi seorang pemimpin, dari segi ilmu khasbi dan wahbi Allahpun, dapat kita telisik bahwa perempuan dirasa sangat bisa menjadi seorang pemimpin. Karena ilmu khasbi dan wahbi Allah itu berlaku bagi setiap hamba muslim laki laki ataupun perempuan. Adapun dari segi sosial atau politik. Dalam penelitian ini, kami merujuk pada tafsir Sya’rowi, yang didalamnya menjelaskan mengenai kepemimpinan perempuan dalam surat An-Nisa’ ayat 34. Yang menjelaskan bahwa kepemimpian perempuan itu boleh asalkan seorang perempuan itu adalah hamba yang taat dan tidak meninggalkan kewajiban sebagai seorang hamba Allah, dan juga sebagai seorang istri. Namun dalam Al-Qur’an penjelasan mengenai kepemimpinan perempuan masih belum tertera secara gamblang, hanya terdapat satu ayat yang menjelaskan bahwa laki - laki dan perempuan harus menjadi penolong atas satu sama lain. Sehingga dapat kita tafsirkan bahwa kepemimpinan perempuan jelas boleh, hanya Allah melebihkan sebagian kepemimpinan tersebut pada seorang laki–laki. Tujuan dan hasil dari penelitian ini yakni untuk dan dapat mengetahui bagaimana penafsiran Sya’rowi sendiri mengenai kepemimpinan perempuan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif lebih fokus pada deskripsi dan interpretasi data. Penelitian ini melibatkan pengumpulan data non-numerik, seperti wawancara, observasi, atau analisis teks, untuk memahami fenomena atau keadaan dalam konteks yang lebih luas. Memungkinkan peneliti untuk menjelajahi kompleksitas, makna, dan hubungan sosial dalam fenomena yang diteliti. kualitatif bersifat subjektif dan interpretatif, dengan fokus pada konteks dan makna. kami melengkapi penelitian ini dengan menggunakan metode study kasus untuk memantau bagaimana pengimplemetasian yang sudah terjadi dalam real life agar memperkuat data dan apa yang sedang kami teliti.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Identification Number: | 0054-KI-24-01 | ||||||
| Contributors: |
|
||||||
| Subjects: | Karya Umum > Ilmu Umum dan Komputer | ||||||
| Divisions: | Fakultas Agama Islam > Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir | ||||||
| Date Deposited: | 04 Sep 2024 13:23 | ||||||
| Last Modified: | 04 Jan 2025 09:49 | ||||||
| URI: | https://repository.yudharta.ac.id/id/eprint/5870 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

