Reinterpretasi konsep dakwah qs. An-nahl ayat 125 (Aplikasi Teori Hermeneutika Ma’na Cum Maghza)

KGS. Muhammad Zaki, 202086340027 (2024) Reinterpretasi konsep dakwah qs. An-nahl ayat 125 (Aplikasi Teori Hermeneutika Ma’na Cum Maghza). Sarjana thesis, Universitas Yudharta.

[img] Text (Abstrak.pdf)
202086340027_Abstrak.pdf
Restricted to Registered users only

Download (314kB) | Request a copy
[img] Text (BAB I.pdf)
202086340027_BAB I.pdf
Restricted to Registered users only

Download (218kB) | Request a copy
[img] Text (BAB II.pdf)
202086340027_BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (217kB) | Request a copy
[img] Text (BAB III.pdf)
202086340027_BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (226kB) | Request a copy
[img] Text (BAB IV.pdf)
202086340027_BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (260kB) | Request a copy
[img] Text (BAB V.pdf)
202086340027_BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (266kB) | Request a copy
[img] Text (BAB VI.pdf)
202086340027_BAB VI.pdf
Restricted to Registered users only

Download (122kB) | Request a copy
[img] Text (Daftar Pustaka.pdf)
202086340027_Daftar Pustaka.pdf
Restricted to Registered users only

Download (185kB) | Request a copy

Abstract

Sejalan dengan pesatnya kemajuan zaman dan semakin kompleksnya kehidupan masyarakat, tuntutan terhadap dakwah semakin beragam. Dakwah tidak lagi dapat dilaksanakan hanya dengan cara konvensional. Saat ini, dakwah diuntut untuk lebih profesional, memerlukan pengetahuan, keterampilan, planning, dan manajemen yang handal. Al-Quran telah menyediakan konsep dan metode untuk berdakwah agar proses dakwah dapat dilaksanakan dengan efektif. Alih-alih memberikan solusi dalam perkembangan dakwah, Sering kali, dakwah digunakan sebagai sarana untuk menyampaikan ajaran Islam namun malah menimbulkan aksi-aksi intoleran. Beberapa pihak berpegang pada prinsip "untuk menegakkan nahi munkar," yang sering kali diartikan dengan tindakan kekerasan dan anarkis., mereka menganggap tindakan tersebut sesuai dengan konsep dakwah tuntutan al-Qur’an. Berbeda dengan golongan toleran berprinsip moderat menyeru dengan tanpa unsur kekerasan atau paksaan yang lebih mengedepankan islam rahmatan lil ‘alamin. Terlihat perbedaan nyata, dalam polemik yang terjadi, disebakan pemahaman substansi nash yang dipahami dari setiap golongan ini terjadi kontras. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menggali makna dakwah kembali (reinterpretasi), yang tertulis di dalam al-Quran. Metode penelitian yang dipakai dalam studi ini adalah penelitian kepustakaan (library research), yang akan menganalisis pemahaman konsep dakwah dalam Q.S An-Nahl: 125 dengan menerapkan pendekatan Ma’na Cum Maghza. Agar menghasilkan solusi atau jalan tengah pada peneltian yang dibahas, dalam teori ini terdapat tiga tahapan yang harus diteliti seorang peneliti yakni : (1) makna historis (al-ma’na at-tarikhi), (2) signifikansi fenomenal historis (al-maghza at-tarikhi), dan (3) signifikansi fenomenal dinamis (al-maghza al-mutaharrik), untuk konteks ketika teks al-Qur’an ditafsirkan. Penelitian ini menghasilkan kesimpulan bahwa al-Maghza al-mutaharik li al-Mu’ashiri (signifikansi fenomenal dinamis) Q.S an-Nahl [16]: 125 adalah anjuran untuk menjaga perdamaian dan kerukunan antar sesama, kemudian sabar ketika mendapat musibah atau ujian serta memberikan pendidikan yang baik dan benar dalam lingkup keluarga maupun lembaga-lembaga pendidikan lainnya.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: 0062-KI-24-01
Contributors:
ContributionContributorsEmail
Thesis advisorAhmad Zainuddin, M.Th.I, ㅤUNSPECIFIED
Subjects: Karya Umum > Ilmu Umum dan Komputer
Divisions: Fakultas Agama Islam > Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Date Deposited: 27 Aug 2024 09:57
Last Modified: 04 Jan 2025 09:50
URI: https://repository.yudharta.ac.id/id/eprint/5881

Actions (login required)

View Item View Item